MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan kenaikan signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Target pendapatan kini ditetapkan sebesar Rp6,45 triliun, meningkat dari target sebelumnya yang berada di angka Rp6,33 triliun.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa lonjakan ini terutama didorong oleh performa cemerlang Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD Provinsi NTB berhasil naik 10,63 persen, dari semula Rp2,51 triliun menjadi Rp2,77 triliun. Meskipun target pendapatan naik, APBD NTB 2025 masih mencatat defisit sebesar Rp6,87 miliar, yang disebabkan oleh pembayaran cicilan utang pokok dan penyertaan modal.

APBD Perubahan 2025 ini akan difokuskan pada empat sektor utama:

  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

  • Pemerataan infrastruktur.

  • Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  • Tata kelola pemerintahan yang bersih dan digital.