PRAYA TIMUR - Organisasi Masyarakat (Ormas) Gagak Hitam menyerukan kepada seluruh peserta aksi demonstrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan seluruh Indonesia untuk tetap menjaga suasana kondusif. Imbauan ini bertujuan agar peserta aksi tidak terprovokasi oleh pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.


Ketua Umum Ormas Gagak Hitam, Jidan Hadi, menjelaskan bahwa demonstrasi adalah wujud nyata dari hak demokrasi yang dijamin oleh UUD 1945. "Hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kepentingan bersama, dan tetap berada dalam koridor hukum," tegas Jidan Hadi saat dikonfirmasi media di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, pada Rabu (6/9/2025).

Jidan Hadi menekankan pentingnya menjaga ketertiban, kedamaian, dan menghindari tindakan anarkis yang bisa merugikan masyarakat. "Jangan sampai perjuangan aspirasi tercoreng oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab," ujarnya.


Ia juga mengingatkan peserta aksi agar tidak terjebak dalam provokasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Menurutnya, aksi massa seharusnya menjadi ruang dialog terbuka antara rakyat dan pemerintah, bukan ajang konflik yang merusak tatanan sosial.

Jidan Hadi mengapresiasi aparat keamanan seperti Polres, Kodim, dan Satpol PP Lombok Tengah yang telah mengawal aksi dengan pendekatan persuasif. Ia berharap aparat tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.


"Kolaborasi antara peserta aksi dan aparat keamanan sangat dibutuhkan agar suasana di NTB tetap aman dan stabil," tambahnya. Ia berharap aksi yang berlangsung bisa menjadi momentum penyampaian aspirasi yang elegan dan memberikan dampak positif bagi pembangunan demokrasi di daerah, khususnya di NTB.