Sidang Paripurna DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (25/5/2026) mendadak berubah menjadi panggung tegang. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperontonkan keretakan internalnya secara terbuka setelah muncul dua usulan kebijakan yang saling bertolak belakang dari struktur fraksi dan wilayah mereka sendiri.
Puncaknya, Fraksi PPP DPRD NTB melayangkan surat resmi bernomor 005/F.PPP/DPRD-NTB/V/2026 yang isinya mencopot Drs. H. Muzihir dari posisi Wakil Ketua/Pimpinan DPRD NTB.
Alasan Pencopotan: Dinilai Egois dan Sering Bikin Gaduh
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD NTB, Hendra Saputra, saat membacakan surat fraksi tersebut mengungkapkan bahwa keputusan radikal ini dipicu oleh efek domino Muktamar X PPP di Jakarta serta situasi memanas di DPW PPP NTB.
Fraksi PPP membongkar raport merah Muzihir selama menjabat sebagai pimpinan dewan sejak 2019. Ia dituding:
Tidak lagi merepresentasikan kepentingan kolektif fraksi.
Lebih mengedepankan syahwat politik pribadi.
Cara memimpin sidang paripurna dinilai kerap memicu instabilitas serta kegaduhan di lingkungan DPRD maupun internal partai.

0 Komentar