![]() |
| Kepala BPS NTB, Wahyudin |
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak signifikan, terutama dalam menekan angka pengangguran.
Menurut Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, efektivitas program ini terlihat dari penyerapan tenaga kerja yang masif. Setiap dapur MBG setidaknya merekrut 47 tenaga kerja untuk berbagai tugas, mulai dari memasak hingga distribusi. Dengan adanya 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di NTB, total tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 10.900 orang.
Selain menciptakan lapangan kerja, program ini juga menggerakkan roda perekonomian lokal. Setiap porsi makanan senilai Rp15.000 per siswa, dengan alokasi khusus untuk upah pekerja dan biaya operasional dapur. Wahyudin menambahkan bahwa survei awal yang dilakukan BPS pada bulan Juni lalu menunjukkan respons positif dari masyarakat, termasuk siswa, orang tua, sekolah, dan pemasok bahan makanan.
Program MBG ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik dari jenjang TK hingga SMA.

0 Komentar