Banyak Diminati : Anak-anak muda di Kota Mataram mulai banyak memburu dan membaca novel Vira Safitri “The Spark Between Us” yang mulai hadir ditoko buku Gramedia Lombok.


Kisah Inspiratif Vira Safitri Penulis Novel “The Spark Between Us”

Kini, Sudah Terbitkan Sembilan Novel 

Novel-novel populer karya penulis muda menyita perhatian dan laris di pasar di Kota Mataram, salah satu penulis muda yakni, Vira Safitri ditengah kesibukan selalu meluangkan waktu untuk terus berkarya selama ini dengan menulis novel. 

-------------------------------

--------------------------------

 Vira Safitri Luncurkan Novel kesembilan berjudul “The Spark Between Us’’‎. Sang Penulis muda asal Kota Mataram ini kembali menghadirkan karya terbaru yang menyentuh hati. Novel, sudah tersedia di toko buku Gramedia Pustaka Utama. Dalam karya ini, Vira kembali mengekplorasi tema-tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang luka, pencarian jati diri, dan cinta yang menyembuhkan. Novel terbarunya berjudul, ‘’The Spark Between Us’’ adalah buku kesembilan. Ide ceritanya sederhana, tentang self-love dan kesempatan kedua. ‘’Saya mulai menuliskannya pada Mei 2024, di tengah kesibukan perkuliahan doktoral di Universitas Antwerp, Belgia. Prosesnya terasa menyenangkan, sekaligus menjadi ruang jeda di sela rutinitas akademik, dan akhirnya selesai pada Oktober di tahun yang sama,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Saat ditemui di rumahnya, Selasa kemarin. 

 Wanita murah senyum ini terus memberikan semangat anak-anak muda di Kota Mataram untuk terus membangun budaya menulis. Beberapa karya sebelumnya, seperti "Somewhere in Paris", "New York After The Rain", "Remember Amsterdam", dan "Dia Tidak Boleh Tahu Aku Mencintai Dia".

Bagi saya, menulis selalu seperti rumah, tempat yang bisa saya datangi kapan pun, ruang tenang tanpa penghakiman, pelarian yang konsisten ada, sekaligus cara untuk pulang ke diri sendiri. Dan sebagai seorang dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Mataram. Dia melihat bahwa buku, musik, maupun film adalah media populer yang efektif untuk menyampaikan pesan. Kadang, sebuah informasi akan lebih mudah diterima ketika hadir dalam balutan storytelling yang hangat.

Meski lebih banyak dikenal melalui karya roman, sebenarnya saya menulis lintas genre. Kebiasaan membaca sejak kecil banyak membentuk saya. Membaca mengasah imajinasi, memperkaya kosakata, dan memberi bahan bakar bagi lahirnya cerita-cerita baru. Dari sanalah saya belajar bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang saling menghidupi, membaca memperluas wawasan, sementara menulis memberi ruang untuk berdialog dengan diri sendiri.

Kalau ditanya tips menulis? saya selalu kembali ke dua hal dasar, membaca dan keberanian untuk mulai. Membaca akan membuka pintu ide, dan menulis, meski awalnya ketikan sederhana, adalah latihan untuk mengenal diri, mengasah disiplin, dan menumbuhkan kepekaan bercerita. ‘’Saya percaya generasi muda hari ini punya banyak kesempatan untuk mencoba. Ada begitu banyak platform menulis online yang bisa menjadi wadah berekspresi, bertukar cerita dengan pembaca lain, bahkan membuka peluang bertemu editor penerbit,’’ucapnya.

Pada akhirnya, menulis bagi saya bukan sekadar tentang menghasilkan buku, tapi cara kita tetap hidup, sekalipun waktu terus berjalan. Tulisan menyimpan jejak bahwa momen tidak pernah benar-benar hilang, tapi bertahan sebagai bagian dari warisan kecil yang kita tinggalkan.