Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Mataram dipastikan tidak akan menjadi bagian dari koperasi percontohan dalam peluncuran serentak secara nasional yang dijadwalkan pada Senin, 21 Juli 2025. Kegagalan ini disebabkan oleh kendala pada sarana prasarana dan kesiapan kelembagaan yang belum memenuhi standar penilaian Kementerian Koperasi dan UKM.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram, H. Muhammad Ramdhani, menjelaskan bahwa meskipun telah didampingi selama berbulan-bulan, beberapa indikator penting belum terpenuhi. "Di NTB ada tiga KMP yang terpilih jadi model percontohan, Kota Mataram tidak ada yang terpilih. Mungkin ada yang belum masuk kriteria, karena yang menilai langsung dari Kementerian,” ujar Ramdhani pada Jumat, 18 Juli 2025.
Meski demikian, 50 KMP di Kota Mataram tetap akan diluncurkan serentak pada tanggal yang sama. Peluncuran ini akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, yang akan meresmikan KMP dari salah satu kelurahan di Klaten, Jawa Tengah, sementara desa/kelurahan lain mengikuti via Zoom meeting.
Pembentukan 50 KMP di Mataram sebenarnya sudah rampung dalam hal legalitas akta notaris dan pembentukan pengurus di setiap kelurahan. Namun, kendala utama yang masih dihadapi adalah ketersediaan kantor operasional. Untuk sementara, KMP masih menumpang di kantor kelurahan masing-masing sembari menunggu lokasi tetap.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah menyiapkan tiga desa percontohan di wilayahnya. Ketiga desa tersebut adalah Desa Kekeri (Lombok Barat), Desa Bilelando (Lombok Tengah), dan Desa Kembang Kuning (Lombok Timur). Secara keseluruhan, sekitar 100 koperasi desa dan kelurahan di NTB akan dipilih menjadi percontohan saat peluncuran.
Diketahui, saat ini Provinsi NTB memiliki 1.166 Koperasi Merah Putih yang sudah berbadan hukum dan siap diluncurkan pada 21 Juli 2025.

0 Komentar