Lombok - (119/6/2025)

Garda Lombok mengecam keras tindakan Bupati Lombok Timur yang melarang warga Lombok Tengah untuk berwisata di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk arogansi dan diskriminasi terhadap warga Lombok Tengah.


Teluk Ekas merupakan salah satu destinasi wisata populer di Lombok Timur. Namun, Bupati Lombok Timur melakukan kebijakan yang melarang warga Lombok Tengah untuk berwisata di Teluk Ekas. Kebijakan ini menuai protes dari LSM Ormas maupun masyarakat dan organisasi masyarakat garda lombok.


 Ainuddin Fahri mengutuk keras tindakan Bupati Lombok Timur yang dianggap sebagai bentuk arogansi dan diskriminasi. Mereka menilai bahwa kebijakan ini tidak adil dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.


Kebijakan ini dapat berdampak negatif bagi perekonomian lokal dan masyarakat Lombok Tengah. Selain itu, kebijakan ini juga dapat memperburuk hubungan antar masyarakat di Lombok.


Ainuddin Fahri menuntut Bupati Lombok Timur untuk segera mengundurkan diri atau di copot dari jabatannya, dan kebijakan yang melarang warga Lombok Tengah berwisata di Teluk Ekas. Mereka juga menuntut agar Bupati Lombok Timur lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak melakukan diskriminasi terhadap warga tersebut


Kebijakan ini menuai banyak kritik dan dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan demokrasi. Ormas garda lombok akan terus mengawal kasus ini dan menuntut keadilan bagi masyarakat Lombok Tengah


Lebih lanjut Fahri juga mengatakan kepada media saat di konfirmasi di rumahnya menurutnya masyarakat lombok tengah merasa sangat malu, merasa tidak punya harga diri dengan kejadian tersebut apalagi pidio terkait larangan tersebut sudah beredar di seluruh ntb dan menjadi virall, kami organisasi masyarakat lombok bersama masyarakat lombok tengah akan melakukan aksi besar besaran kepada bupati lombok timur dan jajarnya jika tidak meminta maaf dan  mempertanggung jawabkan atas perbuatanya tersebut dan kami mengecam sekeras kerasnya atas kejadian tersebut tutup Fahri selaku ketua ketua pendiri.