Dalam hearing tersebut, para pengemudi kembali menyampaikan lima tuntutan utama mereka kepada pihak manajemen Grab. Setelah perdebatan yang cukup panjang dan alot, akhirnya hanya dua dari lima tuntutan yang mendapatkan persetujuan dari manajemen Grab Pusat yang diwakili oleh pihak cabang Mataram. Dua poin tuntutan yang disepakati tersebut adalah:
Penghentian Pembukaan Pendaftaran Driver Baru: Pihak Grab menyetujui untuk menghentikan sementara waktu pembukaan pendaftaran pengemudi baru di wilayah NTB.
Kenaikan Dasar Tarif Hemat dengan Potongan 10%: Manajemen Grab juga menyepakati adanya kenaikan dasar tarif untuk layanan hemat, dengan catatan potongan biaya aplikasi tetap sebesar 10%.
Sayangnya, tuntutan utama para driver terkait penghapusan program tarif hemat atau sistem slot yang dinilai sangat merugikan pendapatan mereka belum mendapatkan titik temu dan akan menjadi agenda pembahasan lebih lanjut.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (DPD SPN) NTB Lalu Wira Sakti, yang turut hadir dan mendampingi para driver dalam hearing tersebut, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perjuangan para pengemudi ojol. Beliau menyampaikan bahwa setiap aplikator yang beroperasi di NTB memiliki kewajiban untuk menjamin kesejahteraan para mitra pengemudinya serta memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
"Kami tidak akan tinggal diam jika ada mitra yang diberhentikan secara sepihak hanya karena berani memperjuangkan hak-haknya. Jika itu terjadi, kami akan terus mengawal dan melakukan perlawanan yang lebih terstruktur dan masif," pungkas Ketua DPD SPN NTB dengan nada tegas.
Meskipun sebagian tuntutan telah disepakati, kekecewaan masih terlihat di wajah para pengemudi ojol yang hadir. Mereka berharap agar tuntutan penghapusan program tarif hemat yang dianggap sebagai akar permasalahan dapat segera direalisasikan. Pihak Dishub NTB berjanji akan terus memfasilitasi dialog antara perwakilan driver dan manajemen Grab untuk mencari solusi yang lebih komprehensif dan adil bagi seluruh pihak.
Para pengemudi ojol pun menyatakan akan terusSolidaritas dan siap untuk kembali turun aksi jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Mereka berharap, hasil dari hearing selanjutnya dapat membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan mereka di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri transportasi daring.

0 Komentar